Kembali ke Blog
Travel BusinessDigital MarketingWebsite DevelopmentTourismOnline Booking

Mengapa Bisnis Travel Wajib Punya Website di 2026? 7 Alasan yang Mengubah Cara Anda Berbisnis

Team Digital Dulu
Team Digital Dulu
9 menit baca
Mengapa Bisnis Travel Wajib Punya Website di 2026? 7 Alasan yang Mengubah Cara Anda Berbisnis

Bayangkan situasi ini: Seorang wisatawan mencari paket tour Bali di Google. Mereka menemukan bisnis Anda, tapi hanya ada akun Instagram yang terakhir diupdate 2 minggu lalu. Sementara itu, kompetitor Anda punya website lengkap dengan sistem booking, galeri foto detail, dan testimoni pelanggan. Kira-kira siapa yang akan dapat booking?

Di tahun 2026, 84% wisatawan mencari informasi dan memesan perjalanan mereka secara online. Jika bisnis travel Anda belum memiliki website profesional, Anda sedang kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar setiap harinya.

Mari kita bahas mengapa website bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan wajib untuk bisnis travel modern.

Realitas yang Harus Anda Ketahui: Bagaimana Wisatawan Booking Sekarang

Perilaku Konsumen Travel di 2026

Data terbaru menunjukkan fakta menarik tentang perilaku wisatawan:

  • 81% wisatawan melakukan riset online sebelum memesan
  • 65% membandingkan minimal 3 penyedia layanan berbeda
  • 58% membaca review sebelum memutuskan
  • 71% lebih suka booking langsung lewat website dibanding telepon
  • Rata-rata butuh 8-12 kali interaksi sebelum memutuskan untuk membeli

Yang lebih mengejutkan lagi:

  • Wisatawan generasi milenial dan Gen Z yang merupakan 72% pasar hampir tidak pernah booking lewat telepon
  • 48% membatalkan niat booking jika prosesnya terlalu rumit
  • 91% akan pindah ke kompetitor jika website tidak bisa dibuka dengan baik di handphone

Apa yang Terjadi Jika Tidak Punya Website?

Mari kita lihat contoh nyata bisnis travel tanpa website:

Pak Budi menjalankan agen travel di Jakarta. Dia hanya mengandalkan Instagram dan WhatsApp Business. Setiap hari menerima 20-30 chat dari calon customer. Tapi 70% pertanyaannya selalu sama: "Berapa harganya?", "Ada untuk tanggal sekian?", "Paketnya termasuk apa saja?"

Pak Budi menghabiskan 4-5 jam setiap hari hanya untuk membalas chat. Tingkat closing-nya cuma 15% karena customer bosan menunggu balasan. Lebih parah lagi, dia kehilangan banyak customer yang mencari info di malam hari atau weekend.

Bandingkan dengan Bu Rina, kompetitornya yang punya website:

Website Bu Rina menampilkan semua informasi lengkap 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Customer bisa melihat-lihat, membandingkan, dan memesan sendiri. Tim Bu Rina hanya perlu menjawab pertanyaan yang spesifik dan kompleks. Tingkat closing-nya 35% dengan usaha yang lebih kecil. Bahkan dia tetap dapat booking saat sedang tidur.

Dampak nyata: Pak Budi kehilangan 50-60% potensi customer hanya karena tidak punya website!

7 Alasan Krusial Kenapa Bisnis Travel Wajib Punya Website

1. Membangun Kepercayaan Customer yang Tidak Bisa Dibeli

Kesan pertama sangat penting, dan website adalah wajah bisnis Anda di dunia digital.

Ketika calon customer mencari bisnis Anda di Google:

  • Tanpa website: "Kok cuma ada akun sosial media? Bisnis beneran nggak nih?"
  • Dengan website profesional: "Wah, kelihatan serius! Ada profil perusahaan, portofolio, bahkan sistem booking!"

Psikologi customer sangat sederhana:

  • Website profesional artinya bisnis yang serius dan sudah berdiri kokoh
  • Punya domain sendiri seperti namabisnis.com artinya bisnis yang kredibel
  • Testimoni dan portofolio di website membangun kepercayaan yang terukur
  • Logo sertifikasi dan partnership menunjukkan otoritas

Contoh nyata: Sebuah agen travel di Surabaya mengalami kenaikan pendapatan 40% setelah meluncurkan website profesional. Bukan karena fitur baru, tapi karena customer lebih percaya dan berani memesan paket yang lebih mahal.

2. Berjualan 24 Jam Sehari, 7 Hari Seminggu

Website adalah tim penjualan terbaik yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lelah.

Mari kita hitung jam operasional:

Jam kerja tradisional:

  • Senin-Jumat: 9 pagi - 5 sore (8 jam)
  • Sabtu: 9 pagi - 2 siang (5 jam)
  • Total: 45 jam per minggu
  • Yang terlewat: 123 jam waktu potensial untuk jualan!

Dengan website:

  • 24 jam dikali 7 hari sama dengan 168 jam per minggu
  • Customer bisa browsing saat perjalanan pulang kerja, jam makan siang, atau tengah malam
  • Booking bisa terjadi kapan saja
  • Dampaknya: 3-4 kali lebih banyak peluang untuk mendapat booking

Data nyata dari salah satu klien kami menunjukkan bahwa 35% booking terjadi di luar jam kantor:

  • 22% antara jam 8-11 malam (setelah pulang kerja)
  • 8% weekend pagi (saat keluarga merencanakan liburan)
  • 5% dini hari (yang begadang atau pekerja shift malam)

Bayangkan kehilangan sepertiga pendapatan hanya karena tidak punya website!

3. Jangkauan Pasar yang Tidak Terbatas

Dari lokal ke nasional, bahkan global.

Tanpa website, jangkauan Anda terbatas:

  • Hanya customer yang sudah kenal atau dapat referensi
  • Marketing terbatas ke area geografis tertentu
  • Sulit masuk ke pasar baru
  • Pertumbuhan dari mulut ke mulut yang lambat

Dengan website, kemungkinannya tidak terbatas:

  • Muncul di pencarian Google untuk kata kunci yang relevan
  • Customer dari kota lain bisa menemukan Anda
  • Wisatawan internasional bisa booking (dengan bahasa Inggris)
  • SEO membawa pengunjung gratis setiap hari

Contoh nyata: Agen travel di Yogyakarta yang fokus pada tour domestik, setelah website-nya diluncurkan dengan konten SEO yang baik:

  • Masuk halaman pertama Google untuk kata kunci "paket tour Jogja"
  • Dapat customer dari Jakarta, Surabaya, bahkan Singapura
  • 60% customer baru datang dari pencarian organik Google
  • Pengunjung bulanan naik dari nol menjadi 8.000 orang lebih dalam 6 bulan

Perbandingan biaya:

  • Facebook Ads untuk 8.000 jangkauan per bulan: sekitar Rp 5-8 juta
  • Google Ads untuk 8.000 pengunjung: sekitar Rp 10-15 juta
  • SEO dari website: Gratis setelah investasi awal!

4. Efisiensi Operasional yang Luar Biasa

Otomasi sama dengan waktu yang dihemat, yang berarti uang yang dihemat.

Masalah operasional manual:

Sebuah agen travel menangani 50 pertanyaan per hari:

  • Waktu per pertanyaan: 15-20 menit (menjelaskan paket, harga, ketersediaan, proses booking)
  • Total waktu harian: 12-15 jam (butuh 2-3 staff!)
  • Kesalahan manusia: Salah input, double booking, lupa follow up
  • Customer frustasi: Lama dapat balasan, informasi tidak konsisten

Solusi dengan website otomatis:

Fitur layanan mandiri:

  • Halaman FAQ menjawab 80% pertanyaan yang berulang
  • Detail harga dan paket tersedia 24/7
  • Kalender ketersediaan real-time
  • Konfirmasi booking instan
  • Email otomatis dengan itinerary dan info pembayaran

Waktu staff yang dihemat:

  • Dari 15 menit menjadi 3 menit per pertanyaan (hanya tangani pertanyaan spesifik)
  • Staff bisa fokus ke tugas yang lebih penting: hubungan customer, pengembangan paket, partnership
  • Mengurangi staff dari 3 menjadi 1 orang untuk menangani pertanyaan
  • Biaya yang dihemat: Rp 10-15 juta per bulan untuk gaji

Perhitungan ROI:

  • Investasi website: Rp 35-60 juta (sekali bayar)
  • Penghematan biaya staff: Rp 10-15 juta per bulan
  • Balik modal: 3-5 bulan
  • Keuntungan setelahnya: Murni penghematan!

5. Data dan Wawasan untuk Keputusan Bisnis

Website adalah tambang emas data customer.

Yang tidak bisa diberikan oleh media sosial:

Instagram atau Facebook Analytics sangat terbatas:

  • Berapa follower, likes, komentar
  • Tingkat engagement
  • Itu saja. Tidak tahu apa yang benar-benar diinginkan customer

Website Analytics jauh lebih lengkap:

Wawasan perilaku customer:

  • Kata kunci apa yang membawa customer ke website Anda?
  • Halaman mana yang paling sering dibaca? (destinasi favorit)
  • Jam berapa traffic paling tinggi?
  • Berapa lama customer melakukan riset sebelum booking?
  • Paket mana yang paling dilihat tapi tidak di-booking? (masalah harga?)

Pemetaan perjalanan customer:

  • Dari kunjungan pertama sampai booking: berapa langkah?
  • Di mana titik customer kabur? (optimasi proses booking)
  • Perbandingan customer yang kembali vs customer baru
  • Sumber traffic: pencarian organik, sosial media, referensi?

Kecerdasan bisnis:

Salah satu klien menggunakan data website untuk:

  • Optimasi harga: Paket yang banyak dilihat tapi tidak ada booking, turunkan harga 10%, hasilnya booking naik 40%
  • Strategi konten: Destinasi yang paling dicari, buat paket baru, langsung cocok dengan pasar
  • Fokus marketing: Traffic terbanyak dari handphone, prioritaskan pengalaman pengguna mobile, konversi naik 25%

Keputusan berbasis data vs perasaan:

  • Perasaan: "Kayaknya customer suka tour ke Bali deh"
  • Berbasis data: "68% pengunjung cari 'paket tour Raja Ampat', tapi kita belum punya penawaran, ini kesempatan!"

6. Marketing yang Powerful dan Terukur

Website adalah pusat dari semua upaya marketing Anda.

Ekosistem marketing modern:

Tanpa website - terpecah-pecah:

  • Instagram untuk foto
  • WhatsApp untuk pertanyaan
  • Google My Business untuk review
  • Masalahnya: Traffic tersebar, sulit melacak ROI, tidak ada database terpusat

Dengan website - terintegrasi:

  • Content Marketing: Blog SEO yang membawa traffic organik
  • Media Sosial: Arahkan follower ke website untuk booking
  • Email Marketing: Kumpulkan email, kirim penawaran personal
  • Retargeting Ads: Tracking pixel, retarget yang belum booking
  • Afiliasi/Partnership: Mudah melacak referensi dan komisi

Contoh content marketing yang powerful:

Strategi blog:

  • "10 Destinasi Honeymoon Terbaik di Indonesia" - Ranking di Google
  • "Panduan Lengkap Liburan ke Lombok" - Menarik audience yang relevan
  • "Tips Liburan Hemat untuk Keluarga" - Membangun otoritas dan kepercayaan
  • Hasilnya: 5.000-10.000 pengunjung organik per bulan, menghasilkan 50-100 prospek berkualitas

Otomasi email marketing:

  • Pengunjung lihat paket Bali tapi belum booking, kirim email otomatis dengan penawaran spesial paket Bali
  • Customer lama yang booking tahun lalu, kirim email pengingat untuk trip berikutnya
  • Booking yang tertinggal, kirim email follow up dengan diskon 5%
  • Tingkat konversi: 15-20% dari daftar email (vs 2-3% dari traffic dingin)

Pelacakan ROI:

  • Google Analytics: Lacak setiap channel marketing
  • Target konversi: Berapa pengunjung yang jadi booking?
  • Biaya per akuisisi: Berapa biaya untuk dapat 1 booking?
  • Optimasi: Fokuskan budget ke channel dengan ROI terbaik

7. Keunggulan Kompetitif di Industri yang Ketat

Kalau kompetitor punya, Anda harus punya. Kalau bisa, lebih baik!

Realitas pasar:

  • 85% agen travel di kota besar sudah punya website
  • Customer mengharapkan kehadiran online yang profesional
  • Tanpa website: Anda sudah tertinggal dari mayoritas kompetitor

Strategi diferensiasi:

Website standar (kebanyakan kompetitor):

  • Profil perusahaan yang statis
  • Form kontak
  • Daftar paket dasar
  • Dampaknya: Hampir tidak ada perbedaan

Website advanced (Anda - keunggulan kompetitif):

  • Sistem booking interaktif
  • Ketersediaan real-time
  • Review dan rating customer
  • Rekomendasi personal
  • Integrasi aplikasi mobile
  • Dukungan multi-bahasa
  • Dampaknya: Menonjol dari 90% kompetitor

Positioning premium:

Website profesional memungkinkan Anda:

  • Mengenakan harga premium (nilai yang dipersepsikan lebih tinggi)
  • Menarik segmen customer kelas atas
  • Membangun brand sebagai pemimpin industri
  • Contoh: Klien yang upgrade website bisa mengenakan harga 20% lebih mahal dengan tingkat konversi tetap sama!

Posisi di pasar:

  • Tanpa website: Satu dari banyak agen travel
  • Dengan website biasa: Agen travel yang sudah berdiri
  • Dengan website premium: Pemimpin industri dan inovator

Fitur Website yang Wajib Ada untuk Bisnis Travel

Sekarang Anda sudah paham mengapa harus punya website. Tapi website seperti apa yang efektif untuk bisnis travel? Berikut fitur-fitur penting yang akan maksimalkan konversi dan pengalaman customer:

1. Sistem Booking Online yang Mudah

Mengapa penting:

  • 71% wisatawan lebih suka booking online dibanding telepon
  • Mengurangi hambatan sama dengan konversi lebih tinggi
  • Konfirmasi instan sama dengan kepuasan customer

Fitur yang harus ada:

  • Kalender ketersediaan real-time
  • Alur booking bertahap yang jelas
  • Pilihan checkout tanpa registrasi (tidak harus daftar dulu)
  • Integrasi berbagai metode pembayaran
  • E-ticket dan email konfirmasi instan

Dampaknya: Tingkat konversi bisa naik 3-4 kali lipat dibanding pertanyaan manual

2. Tampilan Paket Tour yang Menarik

Mengapa penting:

  • Kesan pertama dari presentasi paket
  • Daya tarik visual memicu keputusan pembelian emosional
  • Informasi lengkap mengurangi pertanyaan berulang

Fitur yang harus ada:

  • Galeri foto berkualitas tinggi
  • Rincian itinerary detail
  • Harga transparan (daftar include dan exclude)
  • Integrasi peta interaktif
  • Preview video tour

Psikologi: Paket yang dipresentasikan dengan baik bisa justify harga premium 15-20% lebih tinggi

3. Sistem Review dan Testimoni

Mengapa penting:

  • 94% wisatawan membaca review sebelum booking
  • Social proof adalah pembangun kepercayaan nomor satu
  • Keaslian review lebih kuat dari copy marketing

Fitur yang harus ada:

  • Review customer dengan sistem rating
  • Testimoni foto atau video dari customer
  • Badge verified booking
  • Respon dari pemilik ke review
  • Fungsi filter dan sort

Dampaknya: Paket dengan 10+ review positif tingkat konversinya 50% lebih tinggi

4. Desain yang Optimal di Handphone

Mengapa penting:

  • 73% riset travel dilakukan dari handphone
  • Google prioritaskan situs yang mobile-friendly di ranking pencarian
  • Pengalaman buruk di mobile sama dengan pengunjung langsung kabur

Fitur yang harus ada:

  • Loading cepat di mobile (di bawah 3 detik)
  • Navigasi dan tombol yang mudah di-tap
  • Gambar dioptimasi untuk mobile
  • Form yang mudah diisi di layar kecil
  • Integrasi WhatsApp klik-untuk-chat

Data: 68% booking terjadi dari perangkat mobile. Tanpa optimasi mobile, Anda kehilangan mayoritas customer!

5. Optimasi Konten dan SEO

Mengapa penting:

  • 78% customer datang dari mesin pencari
  • Traffic organik sama dengan marketing gratis selamanya
  • Konten berkualitas sama dengan otoritas dan kepercayaan

Fitur yang harus ada:

  • Blog dengan panduan destinasi
  • Deskripsi paket yang dioptimasi SEO
  • Halaman FAQ yang lengkap
  • Schema markup untuk rich results
  • Kecepatan loading halaman yang cepat

Nilai jangka panjang: Investasi SEO yang balik modal berkali-kali lipat dalam bentuk traffic organik gratis

6. Dashboard dan Akun Customer

Mengapa penting:

  • Customer yang kembali lebih menguntungkan (5 kali lebih murah)
  • Customer yang login lebih engaged
  • Database customer adalah aset jangka panjang

Fitur yang harus ada:

  • Registrasi dan login yang mudah
  • Riwayat booking dan trip mendatang
  • Simpan destinasi atau paket favorit
  • Pelacakan poin loyalitas
  • Manajemen preferensi

Retensi: Customer dengan akun 3 kali lebih mungkin untuk booking lagi

7. Live Chat atau Integrasi WhatsApp

Mengapa penting:

  • Jawaban instan mengurangi tingkat pembatalan
  • Sentuhan manusiawi untuk pertanyaan kompleks
  • Mengubah pengunjung biasa menjadi pembeli

Fitur yang harus ada:

  • Tombol klik-untuk-chat WhatsApp
  • Live chat di jam kerja
  • Chatbot untuk FAQ di luar jam kerja
  • Respon cepat terhadap pertanyaan

Peningkatan konversi: Live chat bisa meningkatkan konversi 20-30% karena mengurangi hambatan di proses pengambilan keputusan

Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari

Website yang asal-asalan lebih buruk daripada tidak punya website sama sekali.

Beberapa bisnis travel membuat website tapi malah kontra-produktif:

1. Website Template Generic

  • Terlihat sama seperti ratusan situs travel lain
  • Tidak ada keunikan yang membedakan
  • Customer tidak ingat brand Anda

2. Informasi Tidak Lengkap atau Kadaluarsa

  • Paket tanpa detail itinerary
  • Harga tidak transparan
  • Info terakhir diupdate 6 bulan lalu
  • Dampaknya: Customer langsung kabur ke kompetitor

3. Tidak Ramah Handphone

  • Harus zoom in dan out untuk baca teks
  • Tombol terlalu kecil untuk di-tap
  • Loading super lambat di mobile
  • Dampaknya: Langsung ditinggalkan, bounce rate 80% ke atas

4. Tidak Ada Ajakan Bertindak yang Jelas

  • Customer bingung mau ngapain setelah lihat paket
  • Tombol "Pesan Sekarang" tidak jelas atau sulit ditemukan
  • Proses inquiry berbelit-belit
  • Dampaknya: Kehilangan customer yang sudah tertarik

5. Kecepatan Loading Lambat

  • Customer modern mengharapkan halaman load di bawah 3 detik
  • Setiap 1 detik keterlambatan sama dengan 7% kehilangan konversi
  • Ranking Google turun untuk website yang lambat

Kesimpulannya: Website yang buruk lebih buruk dari tidak punya website, karena customer jadi punya kesan negatif terhadap bisnis Anda!

Investasi vs Keuntungan: Apakah Sebanding?

Mari kita hitung ROI secara realistis.

Rincian Investasi

Website profesional untuk bisnis travel:

  • Biaya development: Rp 35-120 juta (tergantung kompleksitas)
  • Domain dan hosting: Rp 1-2 juta per tahun
  • Maintenance: Rp 1-3 juta per bulan
  • Marketing (opsional): Rp 3-5 juta per bulan

Total tahun pertama: Rp 50-150 juta (termasuk development dan operasional)

Perhitungan Keuntungan

Skenario: Agen travel dengan rata-rata paket Rp 5 juta

Sebelum punya website:

  • Pertanyaan per bulan: 100
  • Tingkat closing: 15%
  • Booking per bulan: 15
  • Pendapatan bulanan: Rp 75 juta
  • Pendapatan tahunan: Rp 900 juta

Setelah punya website (estimasi konservatif):

  • Traffic organik plus pertanyaan: 200 per bulan (+100%)
  • Tingkat closing: 25% (+10% karena presentasi lebih baik)
  • Booking per bulan: 50 (+233%)
  • Pendapatan bulanan: Rp 250 juta
  • Pendapatan tahunan: Rp 3 miliar

Keuntungan bersih:

  • Peningkatan pendapatan: Rp 2,1 miliar per tahun
  • Investasi: Rp 50-150 juta
  • ROI: 1.400% - 4.200%
  • Periode balik modal: 1-2 bulan

Plus manfaat yang tidak terukur:

  • Kredibilitas brand
  • Efisiensi operasional
  • Database customer
  • Otomasi marketing
  • Posisi kompetitif

Pertanyaan sebenarnya bukan "Apakah sebanding?" tapi "Kenapa belum mulai?"

Rencana Aksi: Langkah Memulai Website Travel Anda

Dari nol sampai launch dalam 8-12 minggu.

Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Kebutuhan (Minggu 1)

Tentukan:

  • Target audience (domestik atau internasional, budget atau luxury?)
  • Fitur utama yang dibutuhkan
  • Alokasi budget
  • Metrik kesuksesan

Langkah 2: Pilih Partner Development (Minggu 1-2)

Evaluasi:

  • Portfolio di industri travel
  • Kemampuan teknis (sistem booking, integrasi API)
  • Penawaran support dan maintenance
  • Timeline dan transparansi harga

Langkah 3: Perencanaan dan Desain (Minggu 2-4)

Kolaborasi dengan developer:

  • Sitemap dan alur pengguna
  • Mockup desain
  • Struktur konten
  • Arsitektur teknis

Langkah 4: Development dan Testing (Minggu 5-10)

Tracking progress:

  • Review milestone mingguan
  • Testing fitur
  • Pengisian konten
  • Quality assurance

Langkah 5: Launch dan Optimasi (Minggu 11-12)

Proses go-live:

  • Soft launch dan perbaikan bug
  • Training tim
  • Kampanye marketing
  • Monitoring performa

Langkah 6: Perbaikan Berkelanjutan (Ongoing)

Setelah launch:

  • Review analytics bulanan
  • A/B testing untuk optimasi
  • Peningkatan fitur berdasarkan feedback
  • SEO dan content marketing

Kesimpulan: Website Bukan Biaya, Tapi Investasi Terbaik

Jika Anda masih ragu apakah bisnis travel Anda butuh website, pertimbangkan ini:

Setiap hari tanpa website sama dengan kehilangan:

  • Ratusan calon customer yang mencari di Google
  • Booking yang bisa terjadi di luar jam kerja
  • Kredibilitas di mata customer modern
  • Keunggulan kompetitif terhadap kompetitor
  • Data berharga untuk pertumbuhan bisnis

Di tahun 2026, website untuk bisnis travel adalah:

  • Kantor virtual yang buka 24 jam sehari 7 hari seminggu
  • Tim sales yang tidak pernah lelah
  • Alat marketing yang paling hemat biaya
  • Database pelanggan yang terorganisir
  • Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan

Pertanyaannya bukan lagi "Apakah saya perlu website?" tapi "Seberapa cepat saya bisa meluncurkannya?"

Siap Membawa Bisnis Travel Anda ke Level Selanjutnya?

Kami di Resumo.id spesialis dalam membangun website travel dan tourism yang tidak hanya bagus tampilannya, tapi benar-benar mengubah pengunjung jadi booking.

Mengapa Pilih Kami?

Ahli di Industri Travel
Kami paham kebutuhan unik bisnis travel Anda

Custom Development
Platform yang 100% disesuaikan dengan model bisnis Anda

Sistem Booking Terintegrasi
Proses mulus dari browsing sampai pembayaran

Desain Mobile-First
Optimal di semua perangkat

SEO-Ready
Ranking di Google dari hari pertama

Full Support
Training, maintenance, dan optimasi berkelanjutan

Paket mulai dari Rp 35 juta untuk platform booking travel yang lengkap.

Dapatkan Konsultasi GRATIS Sekarang!

Klik tombol WhatsApp di bawah untuk:

  • Konsultasi GRATIS 30 menit untuk analisa kebutuhan bisnis Anda
  • Proposal detail dengan spesifikasi fitur dan harga
  • Demo website travel yang sudah kami kembangkan
  • Proyeksi ROI spesifik untuk bisnis Anda

Jangan tunda lagi! Setiap hari tanpa website adalah kesempatan yang hilang.

Mari kita mulai membangun platform yang akan mengubah bisnis travel Anda!

Catatan Penting: Kompetitor Anda mungkin sudah membaca artikel ini dan mengambil tindakan. Jangan biarkan mereka lebih dulu merebut pangsa pasar. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!

Team Digital Dulu

Ditulis oleh Team Digital Dulu

Content writer dan web developer di Resumo.id. Berbagi tips dan insight seputar web development dan digital marketing.

Butuh Bantuan untuk Project Anda?

Konsultasikan kebutuhan website atau aplikasi Anda dengan tim expert kami

Konsultasi Gratis
Mengapa Bisnis Travel Wajib Punya Website di 2026? | Resumo.id